RSS

Kota Bogor Bersih-bersih

16 Nov

Gaung kebersihan digalakan lagi di Kota Bogor. Melalui gerakan Jum’at bersih warga bersama aparat baik sipil maupun TNI turun ke jalan melakukan aksi kebersihan di sejumlah sudut Kota Bogor. Aksi-aksi kebersihan ini sebagai wujud kecintaan mereka terhadap Kota Bogor dalam menyikapi persoalan kebersihan yang menjadi salah satu pogram priortas Pemerintah Kota Bogor.
Keterlibatan masyarakat bersama dengan aparat Pemerintah dan TNI dilakukan hampir setiap minggu, dengan melakukan aksi turun ke jalan membersihkan sudut -sudut Kota dan jalan – jalan protokol di wilayah Kota Bogor.

Bahkan, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap Kota Bogor sejumlah elemen masyarakat dan instansi Pemerintah memasang pot – pot bunga di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bogor. Seperti halnya yang dilakukan Dinas Informasi Kepariwistaan (Disinparbud) Kota Bogor yang memasang pot -pot bunga di Jalan Kapten Muslihat depan Gedung DPRD Kota Bogor. Aksi serupa juga dilakukan oleh organisasi yang tergabung dalam komunitas perempuan di Kota Bogor, yang melakukan pemasangan pot – pot bunga disepanjang jalan Suryakencana Bogor Tengah

Sementara itu barisan kaum muda gereja se-Kota Bogor beberapa waktu juga turun ke jalan untuk melakukan aksi kebersihan di sejumlah jalan protokol di Kota Bogor. Selain dari elemen masyarakat juga tidak ketinggalan keterlibatan dari aparat TNI. Hampir setiap Jum;’at terlihat puluhan anggota TNI turun kejalan melakukan aksi kebersihan di sekitar kompleksnya seperti di Jalan Lawang Gintung Bogor Selatan. dan Jalan Gunung Batu Bogor Barat.

Kepala Seksi Humas pada Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Bogor Edi Rusjadi mengaku gembira dengan adanya wujud kepedulian dari berbagai elemen masyarakat tersebut Saya kira, ini adalah sebuah ungkapan rasa memiliki dan rasa kecintaan terhadap Kota Bogor, kata Edi di Kantornya, Kamis (24/4) siang.

Sebelumnya Walikota Bogor H Diani Budiarto mengatakan. bahwa volume sampah yang dihasilkan di Kota Bogor besarnya bisa mencapai 2.205 meter kubik setiap hari, sebagian besar atau sekitar 63 persen, sampah tersebut barasal dari lingkungan pemukiman dan selebihnya adalah sampah pasar, pertokoan, restoran serta hotel dan hasil penyapuan jala-jalan utama.

Diungkapkan, jika melihat jumlah sampah dari kawasan pemukiman yang sangat dominan, maka beban Pemerintah Kota Bogor akan berkurang, apabila masyarakat bisa mengelola secara swadaya sampah rumah tangga di lingkungan masing-masing. Sebab jika semua sampah tersebut bisa terkelola di tempat asalnya, maka berarti tidak diperlukan lagi proses pengangkutan sampah rumah tangga ke TPA di Galuga, kata Diani dalam kesempatan acara beberapa beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, jelasnya, kapasitas daya angkut armada sampah menjadi bertambah besar untuk bisa mengangkut sampah-sampah pasar dan lingkungan Kota ke TPA Galuga, yang jumlahnya cenderung juga meningkat.

Itulah sebabnya, kata Diani, peran serta masyarakat terutama di dalam mendorong kemampuan mengelola sampah di lingkungan masing-masing secara swadaya, perlu dikembangkan. Sampai saat ini, warga masyarakat yang sudah berhasil mengelola sampah lingkungan rumah tangga secara swadaya, relatif masih sangat sedikit “katanya (iso)

 
Leave a comment

Posted by on November 16, 2011 in Tentang Bogor

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: